28 April 2017

Video Teletraining dan Video Konferensi

Video Teletraining dan video konferensi (dengan kebutuhan untuk meeting) menggunakan bermacam-macam teknologi telekomunikasi untuk melakukan koneksi dengan berbagai tempat dengan biaya yang jauh lebih rendah dari pada menggunakan satelit. Setiap sisi tempat yang terhubung dengan jaringan ini dapat berfungsi sebagai sisi penerima mau pun sisi pengirim selama suatu konferensi berlangsung.Untuk video, menggunakan bi-direksi; yaitu setiap orang di semua sisi dapat melihat satu dan lainnya, tergantung dari siapa yang sedang berbicara. Audio juga menggunakan bi-direksi. Setiap orang di semua sisi dapat mendengar orang yang sedang berbicara, dan setiap orang di semua sisi dapat berbicara.


Sebuah Jaringan Interatif, di mana setiap perserta dapat saling mendengar dan melihat

Perbandingan

Perbedaan teknis antara ITV dengan video teletraining secara umum dapat ditinjau dari :
· perangkat di sisi pemancar dan penerima
· jumlah terminal penerima yang dapat menerima program pada saat bersamaan
· kualitas gambar dan suara

Keuntungan

Sebenarnya konsep tele edukasi ini muncul karena didorong oleh beberapa faktor yaitu;

  1. Menumbuhkan suatu lingkungan dan metoda edukasi yang membutuhkan dana relatif sedikit.
  2. Membuka sumber daya (materi, pengetahuan, manusia) sehingga dapat lebih digunakan oleh banyak orang (resources sharing).
  3. Memberikan suatu alternatif pertemuan antara pengajar dengan peserta didik yang lebih mudah (tidak dibatasi tempat dan alokasi waktu lebih mudah disesuaikan).
  4. Meminimisasi masalah administrasi dan manajerial yang sering didapati dalam institusi pendidikan pada umumnya, seperti masalah kuantitas peserta didik, masalah pembayaran, masalah penugasan bagi peserta didik, masalah absensi.
  5. Dapat memberikan suatu tayangan yang lebih luas lagi (tidak dibatasi ruang kelas), seperti dalam pembahasan dunia industri dapat menampilkan suatu daerah industri yang akan dibahas di kelas.

Sistem Transmisi Jason (Sumber: National Science Teachers Association, JASON Curriculum, "Linking for Learning", Office of Technology Assessment 1989)

Konferensi

Di dalam mengimplementasikan suatu konferensi dapat dilakukan dengan: konferensi point to point, di mana hanya ada 2 lokasi yang melakukan konferensi dan konferensi multipoint, di mana ada 3 lokasi atau lebih yang melakukan konferensi.

Konferensi Point to Point

Point to Point sering digunakan untuk kelas-kelas.
Hanya dua lokasi peserta yang terhubung.
Masing-masing peserta dapat saling melihat dan mendengar, keduanya dapat saling mengirim dan menerima sinyal video dan audio pada saat yang sama.


Konferensi Point to Point
 

Konferensi Multipoint

Konferensi multipoint sering digunakan untuk pertemuan-pertemuan. Kelas-kelas dengan menggunakan multipoint membutuhkan tingkat keahlian untuk proses teknis pengiriman, di samping itu pengajar harus dapat mengkonsentrasikan setiap lokasi peserta didik.
Setiap peserta dapat mendengar peserta lain setiap saat, dan setiap lokasi dapat melihat peserta lain pada suatu saat.
Multipoint Control Unit (MCU), merupakan perangkat yang melakukan fungsi switching untuk audio dan video dari setiap peserta. Di Amerika, MCU disediakan oleh long-distance (seperti; MCI, Sprint, atau AT&T). Dua MCU dapat dihubungkan secara bertingkat

Konferensi Multipoint

Kesimpulan

Penggunaan tele edukasi, sangat membantu untuk memberikan layanan edukasi kepada masyarakat. Para peserta didik tidak perlu berada di lokasi kelas untuk dapat menerima materi pengajaran. Tetapi di lain pihak tele edukasi ini membutuhkan teknologi yang tinggi dan sumber daya manusia yang berkompeten, baik dari sisi komunikasi, pemrosesan video, maupun pengjarnya itu sendiri.


Daftar Pustaka

1. GAO, Video Teletraining Guide, 1997.
2. Alan G. Chute & Kate M. Gulliver, Distance Education and Partnerships: Tools for the Future, March 1996

No comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda untuk perkembangan blog ini.