03 Mei 2017

Vokal, Konsonan, dan Suku Kata Bahasa Sunda

Vokal
Vokal atau huruf hidup yaitu bunyi ujaran yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru tidak mendapat rintangan sedikitpun.
Jenis vokal bergantung pada 3 hal, yaitu :
1. Posisi bibir, yaitu bentuk bibir waktu mengucapkan bunyi. Bila bentuknya bundar, terjadilah vokal bundar, yaitu o, u, a. Bila bentuknya rata, terjadilah vokal tak bundar, yaitu i, e.  
2. Tinggi rendahya lidah
a. Kalau ujung lidah dan belakang lidah dinaikkan, terjadi vokal depan, yaitu i, e.
b. Kalau hanya bagian belakang yang diangkat, terjadi vokal belakang yaitu u, o, a.
c. Kalau lidah itu rata terjadilah bunyi ujaran, disebut vokal pusat yaitu é (pepet).
3. Maju mundurnya lidah
Yang dimaksud dengan maju mundurnya lidah ialah jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum.

Tabel Diagram vokal
ATAS-BAWAH
MAJU-MUNDUR
Depan
Tengah
Belakang
Atas
i
eu
u
Tengah
é
e
o

Vokal dalam Bahasa Sunda
Dalam bahasa Sunda, vokal disebut juga aksara macakal, yaitu huruf yang mengubah bunyi. Masing-masing berupa istilah tersendiri, yaitu :
1. panghulu, huruf untuk mengubah bunyi menjadi i.
2. panyuku, huruf untuk mengubah bunyi menjadi u.
3. panéléng, huruf untuk mengubah bunyi menjadi é (téléng).
4. pamepet, huruf untuk mengubah bunyi menjadi e (pepet).
5. panolong, huruf untuk mengubah bunyi menjadi o.
6. paneuleung, huruf untuk mengubah bunyi menjadi eu.
Vokal dalam bahasa Sunda ada tujuh, yaitu a, i, u, é, o, e, eu. Distribusinya dalam kata dapat disimpan di awal kata, di tengah, atau di akhir kata.

Tabel Penempatan Vokal Dalam Bahasa Sunda
Vokal
Cicingna dina kecap
Di hareup
Di tengah
Di tukang
a
abdi
agama
batu
biaya
kuda
paria
i
indit
ibu
pita
pindah
sapi
cai
u
untung
ulin
kupa
laun
paku
cau
é
éntog
éleh
kaléci
paéh
lelé
lotré
o
oncom
omong
roti
pondok
bako
gebro
e
entong
elap
peti
asem
are
-
eu
eunteup
eureun
sieun
eumbreuk
sampeu
bieu

Konsonan
Konsonan ialah bunyi ujaran yang terjadi karena udara keluar dari paru-paru mendapat halangan. Halangan itu dapat seluruhnya atau sebagian dengan menggerakkan dan mengadukkan arus yang keluar.

Konsonan dalam Bahasa Sunda
Dalam bahasa Sunda, huruf konsonan disebut cacarakan, yaitu ha na ca ra ka da ta sa wa la pa (dha) ja ya nga ma ga ba tha nga. huruf dha dan tha, jarang dipakai dalam bahasa Sunda. Pada sekarang ini, huruf yang digunakan yaitu alphabet (susunan haruf latin), yaitu b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z, ditambah dengan konsonan ng dan ny, walaupun dibentuk dua huruf tetapi satu bunyi.
Seperti halnya vokal, konsonan pun distribusinya dalam kata bahasa Sunda dapat berada di awal, di tengah, atau di akhir kata. Hanya konsonan c dan ny yang tidak bisa berada di akhir kata.

Suku Kata (Engang)
Suku kata yaitu bagian kata yang diucapkan dalam satu nafas. Suku kata dalam bahasa Sunda, yaitu :
1. Sifat suku kata
Ada dua macam sifat suku kata, yaitu :
a. Suku kata terbuka, apabila diakhiri oleh vokal.
Misalnya : a - ya, bu - ku.
b. Suku kata tertutup, apabila diakhiri oleh konsonan.
Misalnya : ban - teng, kam - pak.
2. Pola suku kata
Setiap suku kata bahasa Sunda ditandai oleh vokal atau gabungan vokal dan konsonan. Kaidah persukuan dalam bahasa Sunda, yaitu :

Tabel Pola Suku Kata
NO.
POLA
SUKU KATA
CONTOH DALAM KATA
Di awal
Di tengah
Di akhir
1
V
a - ya
bi - a - sa
sa - ti - a
2
VK
ab - di
sa - em - ba - ra
sa - ur
3
KV
ba - pa
ka - la - pa
war - ga                
4
KVK
ban - da
ka - wen - tar
ba - tuk
5
KKV
pra - bu
sem - pra - ni
san - tri
6
KKVK
tres - na
in - stan - ti
ban - drek
7
VKK
ons
-
-
8
KVKK
teks
-
mo - dern
9
KKKV
stra - te - gi
in - stru - men
-
10
KKKVK
struk - tur
in - struk - si
tran - skrip
11
KKVKK
-
-
kom - pleks
12
KVKKK
korps
-
-


Sumber :
Abdullah Ambary. (1997), Intisari Tatabahasa Indonesia, Penerbit Djatnika, Bandung.
Budi Rahayu Tamsyah. (2001), Galuring Basa Sunda, Pustaka Setia. Bandung.